KIPRAH ANAK BANGSA DI TEPIAN LAUT MEDITERANIA

KIPRAH ANAK BANGSA DI TEPIAN LAUT MEDITERANIA

Total Tayangan Halaman

Home

Sabtu, 07 Mei 2011

Supporting, Aktivitas Krusial yang Menunjang Keberhasilan Produksi

Senam Pagi ( Taisho )
Tool Box Meeting
Transportasi Material
Transportasi dan gudang
Transportasi Pekerja Menuju Lapangan
Tim Mekanik
Transportasi dari kantin ke ruang makan
Keberhasilan sesuatu dari yang kita lakukan tidak saja selalu dilihat dari hal - hal yang utama kita kerjakan, seperti kita ketahui mengenai Proyek East West Motorway Algeria, dari, hal sisi Nilai proyek , laba yang didapat sampai dengan penghargaan penghargaan yang telah diraih , namun tentunya banyak hal yang ada dari hal tersebut diatas yang perlu ditahui. CIBERTI (commitment, innovation, balance, excellence, relationship, team work dan integrity hal ini juga tertanam didalam nilai - nilai perusahan dimana saat ini kita ada didalamnya, Dalam kesempatan ini kami akan mencoba mengulas hal apa saja yang mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek East-West Motorway Algeria , serta kegiatan kegiatan yang ada didalamnya antara lain ;
Bermula dari kegiatan Safety Morning Talk, kegiatan ini dimulai pagi hari jam 6.45 waktu setempat sampai dengan jam 7.00 selesai safety morning talk semua pekerja berangkat ke lokasi kerja masing masing dengan menggunakan Bus . Kegiatan safety morning talk ini dilakukan secara rutin setiap pagi kecuali hari Jumat karena dihari jumat adalah hari libur besar di Aljazair, bagaimana kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin sedikit kami ulas yang utama adalah konsekwensi dari Team management dan construction section , adapun persiapannya : Membentuk team yang menyiapkan segala perlengkapan safety morning talk dari sound system , papan tanda dimana pekerja tersebut membentuk barisan masing masing sesuai kelompok dan tugasnya,, petugas yang keliling ke barak barak pekerja memeberikan tanda aba - aba akan dimulainya safety morning talk. Adapun agenda safety morning talk itu sendiri dimulai dengan ; Senam ( yang biasa disebut taisho), penjelasan safety dan masalah yang perluh disampaikan dari pelaksanaan sampai ke masalah umum oleh bagian terkait ( management, staf, mandor dan pekerja ) nilai positif yang dapat kita ambil adalah suatu pembelajaran buat diri kita masing masing jika kita berani tampil menyampaikan sesuatu didepan peserta safety morning talk ; kemudian dilanjutkan dengan berdoa sebelum melakukan aktivitas masing masing dan ditutup dengan yel .. yel safety semula safety … yes , wika ..go bersamaan safety yes wika go belum beberapa lama ini yel yel tersebut diganti menjadi kanan .. aman kiri ..aman depan ..aman belakang ..aman atas ..aman bawah ..aman safety yes hal ini sesuai dengan semangat kami bersama bahawa there is always a room for improvement yang sudah kami canangkan bersama diproyek Aljazair ini. Setelah yel yel safety kami lanjutkan penjelasan program kerja masing masing lokasi oleh supervisor masing masing dibantu dengan KYC board yang sudah disiapkan dan diisi oleh supervisor sebelum mulai safety morning talk. Perlu kita garis bawahi nilai Yang terpenting dari kegiatan rutin Safety Morning Talk ini adalah ; Tidak terputusnya komunikasi dan program kerja kita dengan pekerja , sarana atau wadah pembelajaran bagi semua karyawan dan pekerjaan yang terpenting tentunya dapat meningkatkan produksi itu yang kami rasakan
Selain kegiatan safety morning talk banyak hal lain yang mendukung keberhasilan proyek dimana ada joke atau istilah dari teman taman Pahlawan tanpa tanda jasa seperti ; Mechanic section, Team Transportasi Material dan pekerja, Kantin serta staff umum dan paramedic.
Mechanic section
Pengelolahan peralatan yang begitu banyak dari yang besar sampai dengan sekecil apapun semuanya tak terlepas dikelola oleh team ini 7 unit Batching Plant, 6 Asphalt mixing Plant ratusan alat berat dari excavator, whell loader,80 truck mixer, Flat trck, 190 orang operator dan , mekanik serta ratusan peralatan kecil ( mesin las, gerinda, pompa air genset dll) dan pabrik beton .


Team transportasi dan gudang
Transportasi yang ada di proyek in dibedakan menjadi 2 team seperti yang kita ketahui material dan pekerja salah satunya Transportasi Material begitu panjang dan luasnya sera banyak lokasi yang dikerjakan secara bersamaan di proyek East West Motorway ini tak lupa kami mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada team transportasi yang sudah banyak membantu , mensupport material yang kita kubutuhkan untuk pelaksanaan dilapangan, perlu sedikit kita ketahui bagaimana sepak terjang team ini bekerja, Team ini kami bentuk sejak awal proyek dikomandani oleh satu ketua regu ( Puji SR, Darsudi, Taufan,Munir, dan Cartim,Jhoni) order permintaan material dari supervisor lapangan dalam bentuk surat permintaan barang dalam rapat harian sore kemudian dilanjutkan dengam pembagian kendaraan angkutan ke masing masing lokasi pekerjaan . Program kerja ini dipastikan di safety morning talk pagi hari, untuk memastikan material tersebut terkirim sampai di lokasi disetiap kendaraan angkut diikuti oleh satu anggota transportasi yang diambilkan dari pekerja setiap material yang akan dikirim dibuat surat jalan ke luar dan tercatat di bagian gudang, sedangkan untuk transportasi pekerja menggunakan Bus dimana setiap bus diberikan nomor dan jurusan ke masing masing lokasi pekerjaan setiap jam 7 pagi bus bus tersebut sudah selalu siap dilokasi yang sudah ditentukan. 
Medical Check up
Bagian Umum dan Kantin
Bagian ini tidaklah bisa ditinggalkan karena sangat penting dalam pencapaian produktivitas dilapangan , sejak jam 3 pagi waktu setempat team supporting kantin sudah selalu sibuk menyiapkan makan pagi ; siang dan malam untuk 1200 orang pekerja , management dan staf team ini dibagi menjadi 2 shift . Sedangkan bagian umum bertugas meyakinkan kondisi bagian dalam dan luar kantor serta camp pekerja , management dan staf dalam kondisi bersih selain tugas tersebut team yang di komandani Bpk Petrus, Pandiman, Oscar, Taksis dan Imamudin juga bertugas mengabsent pekerja yang tidak masuk kerja serta menyiapkan segala akomondasi pekerja jika ada pekerja yang datang dan pulang serta keamanan lingkungan camp.
Paramedic
Untuk menjaga produktivitas dan kondisi semua pekerja , management dan staf disiapkan paramedic dan dokter , check up rutin tahunan dilakukan untuk semua pekerja yang ada jika dalam kondisi tertentu terdapat hal yang tidak dapat ditangani oleh paramedic maka pasien dibawa ke rumah sakit yang dirujuk. Pelatihan P3K untuk ketua regu dan Mandor juga dilakukan , informasi informasi penting selalu di sampaikan dalam bentuk tulisan maupun penjelasan langsung.
Sampailah dipenghujung ulasan ini semua apa yang kami lakukan disini dangan ikhlas dan rasa penuh tanggung jawab semoga rizki yang didapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan Amin…Yarobilalamin.
(MOKO/MK)

Selasa, 03 Mei 2011

MERAIH KEPERCAYAAN

Senam di Pagi Hari ( Camp 4 )
Separation Wall ( 95% )
Tidak banyak orang yang tahu apa gerangan yang di dikerjakan laskar - laskar wika di Negara seberang tepatnya Proyek East West Motorway Algeria, pada penulisan terdahulu sebagian hanya membicarakan COJAAL C2M yang biasa disebut Camp 2, namun dibalik itu Laskar wika telah merambah pekerjaan pekerjaan diluar Camp 2 Tadjenanet. tepatnya COJAAL Camp 4 Constantine, berbaur dengan tenaga kerja dari berbagai macam Negara ( Vetnam, India, Banglades dan Philipina ) ternyata laskar - laskar WIKA tidak pantang menyerah baik dari sisi Kedisplinan, Performance pekerjaan dan waktu pelaksanaan terkadang ada joke dari teman teman “ Maju Tak Gentar Membela Yang Bayar”. Dengan bermodal Nilai - nilai yang tertanam dalam diri Laskar wika : “ Adaptasi , Pembelajaran dan Tangguh “ Wika dipercaya untuk mengerjakan di luar Camp 2.

Masih dibawah Main Constractor Kajima dan Wika sebagai Subcont semangat teman - teman selalu ingin menjadikan Wika sebagai Banch Mark buat pesaingnya, kebiasaan - kebiasaan yang baik di camp 2 tetap kami pertahankan seperti Tools Box Meeting Rutin, Senam (Tiasho) sebelum tools Box Meeting dan Berdoa sebelum bekerja sampai dengan displin Waktu.

Apa saja sih bagian pekerjaan WIKA di Camp 4 yang bermakas di Constantine lingkupnya tak lain dari :

- Separation Wall Tunnel - 3 (T3) dan Tunel -1 (T1)
- Main Hole Inside dan Outside Tunnel (±275 unit)
- Portal Tunnel
- Drainage system Tunnel (4550 mtr) R-L/side
- Oil Basin (6 x 7 x 27 )
- Electical Control Building
- Jacking drainage pipe
- Duct Bank
- Pekerjaan DBA dan GBA concrete barrier dengn slip form mesin

Selain itu masih banyak peluang yang akan kami hadapi antara lain pekerjaan - pekejaan di Camp 1 dan Camp 7 hal ini menunjukan WIKA adalah perusahan terkemuka.
(MOKO/MK) 
Separation Wall ( 100% )
Oil Basin ( 50% )
Oil Basin ( 100% )
GBA dan DBA
Drainage inside Tunnel

Senin, 02 Mei 2011

SLIP FORM MACHINE PADA PEKERJAAN KERB STONE

ABSTRAK
Tuntutan percepatan konstruksi di proyek East West Motorway Aljazair berimbas pada tuntutan percepatan produksi dilapangan , pengelolaan pelaksanaan pekerjaan concrete Kerb stone dengan metode Slip form di dapat oleh Tim proyek Wika yang didukung oleh Main constractor , permasalahan baru muncul akibat schedule pelaksanaan yang sangat ketat dan melihat pada pekerjaan yang telah dilaksanakan (concrete Barrier). Untuk pekerjaan ini di Indonesia tergolong masih jarang digunakan .
Dalam penulisan ini dipaparkan secara garis besar mengenai tahapan tahapan pelaksanaan pekerjaan dari metode ini, dan hal hal penting yang harus diperhatikan, serta masalah - masalah yang timbul saat pelaksanaan dan bagaimana menyelesaikannya. Semua data data diambil dari pengamatan dan pencatatan atas data riil yang terjadi selama pelaksanaan.

PENDAHULUAN
Pekerjaan struktur pada proyek Autoroad merupakan pekerjaan yang dominan dimana diproyek East West Motorway ini terdiri dari 52 Jembatan, 10 buah road box culvert, dan 54 buah drain box culvert dari data tersebut terlihat jumlah jembatan memiliki volume yang paling besar/ banyak yang berpotensi besar memberikan sumbangan percepatan karena berkaitan dengan pekerjaan berikutnya.
Kerb stone yang biasa disebut kanstin adalah sebagai bangunan pelengkap dan termasuk dalam ruang lingkup pekerjaan Landscap dimana dipasang disetiap jembatan yang ada di proyek East West Motorway , pada awalnya kerb stone di produksi secara Precast dengan ukuran pajang 100 Cm , tinggi 20 Cm dan tebal 15 Cm menggunakan mutu beton RN 35 setara dengan K-350 dengan produksi normal perhari pemasangan dilapangan 100 meter, untuk mempercepatan konstruksi berarti produksi pemasangan harus ditingkatkan menjadi 400 meter perhari.
Team Proyek kemudian mengubah metode dengan menggunakan slip form machine dengan cara ini kerb stone yang awalnya di buat secara precast sementara harus menunggu umur beton dalam hal curring dan pembukaan cetakan serta mobilisasi material setelah siap pasang dilapangan dapat dipercepat dengan konstruksi langsung dan lebih optimal sehingga percepatan konstruksi dapat diraih.

LANDASAN TEORI
Kerb stone ini dipasang di kanan kiri jalan pada jembatan yang sudah selesai konstruksi strukturnya dibagian dua sisi abutment dimana fungsinya adalah sebagai beton perintang untuk mengarahkan air jika terjadi hujan dari tengah badan jalan dengan kemiringan tertentu menuju outlet drainage yang sudah terpasang, selain itu juga berfungsi sebagai pengaman dan pembatas agar kendaraan lalulintas tidak keluar dari area yang dilindungi atau daerah terlarang, pengertian slip form didefinisikan sebagai sebuah pencetakan beton dengan menggunakan cetakan yang bisa digeser kearah yang diingikan untuk pengecoran selanjutnya secara continue dan mempertahankan bentuknya.

JENIS JENIS SLIP FORM
Slip form pada umumnya dibuat dari bahan bahan logam yang terdiri dari cetakan atau slip form itu sendiri dan mesin pengeraknya, slip form mesin ini dibuat oleh team proyek ini adalah jenis slip form dengan arah gerakan horizontal dengan melihat alat yang sudah ada pada concrete barrier sehingga timbul gagasan untuk membuat alat yang sama pada fungsi yang berbeda , penggunaan slip form ini terutama ditujukan untuk effesiensi waktu dipercepat tanpa kehilangan waktu yang lama karena menunggu tahapan pengecoran sebelumnya serta pembongkaran cetakan dan penyetelan cetakan beton.


PEMBAHASAN
Jenis concrete Kerb stone yang dilaksanakan di proyek East West Motorway Aljazair adalah Cast in situ concrete Kerb Stone, dimana sifatnya adalah untuk permanent concrete, slip form yang digunakan adalah slip form dengan arah gerakan horizontal pekerjaan yang dikerjakan Team Wika sepanjang 11, 5 km dan lama waktu pelaksanaan 1,5 bulan.
Jenis dan sifat sumber daya.

PERALATAN
• Peralatan Utama
Sepanjang pelaksanaan pekerjaan di proyek ini memakai 1 unit slip form machine buatan Team Proyek lama waktu pembuatan 21 hari dengan spesifikasi :
Mesin pengerak : Engine Robin
Type : EY 15
Pully penghantar : 2 unit Standart ( ratio 3: 1 ), Van Belt 2 bh
Hopper : Plat baja tebal 3mm 1,5 lembar
Sterring : Ex Tower Light dengan roda penggerak
Screw penghantar: Modifikasi sendiri disesuaikan
• Batching Plant dan truck mixer
Jumlah batching plant dan truck mixer disesuaikan dengan volume pekerjaan dan waktu pelaksanaan .
• Peralatan Penunjang
1. Flat truck
2. Plat siku
3. Gerobak dorong
4. Stamper, steel bar
5. Bus ( sebagai angkutan tenaga kerja dari camp ke site dan sebaliknya ).
6. Rel pengarah ex three Beam Guadrill

• Alat alat kecil
Alat alat bantu pertukangan yang diperlukan antara lain sekop , reskram , sendok semen,kuas. Pisau delaeasi dan sapu.


• Tenaga kerja
Tenaga kerja yang digunakan untuk pekerjaan ini terdiri atas ; Supervisor, operator, tukang dan pembantu tukang.

URUTAN PROSES PELAKSANAAN

Pelaksanaan pekerjaan Concrete Kerb stone dengan slip form sebagai berikut ;

1. Start
2. Persiapan lahan / pembersihan lokasi
3. Inspection
4. Pemadatan
5. Inspection
6. Concreting
7. Finishing
8. Inspaction
9. finish

KESIMPULAN

Hasil Akhir
1. Tahapan proses pelaksanaan pekerjaan concrete Kerb stone slip form terdiri dari persiapan lahan , pelaksanaan pengecoran dengan material utama beton RN 35 ( 350 Mpa) slump 8 cm s/d 7,5 cm , finishing, curring dan pembuatan delatasi , dengan cetakan yang dikerjakan secara manual.

2. Kendala yang memhambat pelaksanaan pekerjaan adalah persiapan lahan kadangkala sebagian lokasi tertentu harus dilakukan timbunan dan pemadatan, kondisi slump beton dan kondisi suhu lingkungan serta cuaca yang kurang mendukung.Melalui upaya upaya lebih kendala kendala tersebut bisa dicarikan jalan pemecahannya sehingga mengurangi kerugian.

SARAN

1. Karena Pelaksanaan pekerjaan pada kondisi padat lalu lintas dimana jembatan sudah open traffic beberapa resiko besar kemungkinan dapat terjadi sehingga disaranakan agar betul - betul memperhatikan management safety yang baik dan dibuatkan standarisasi hal ini berkaitan dengan keselamatan tenaga kerja.

2. Untuk penyempurnaan penulisan ini selanjutnya perluh bahasan lebih detail dan pengamatan serta penelitian terhadap tahapan proses pengerjaan sumber daya yang digunakan dan tidak lupa memperhatikan biaya secara detail pula.
(MOKO/MK) 

Awards, Sebuah Pengakuan

Ada orang bijak mengatakan bahwa Award / Penghargaan adalah suatu bentuk pengakuan atas kerja keras kita untuk mencapai suatu prestasi, orang bijak yang lain mengatakan bahwa Penghargaan adalah suatu beban yang menuntut kita untuk bekerja lebih keras lagi sehingga mampu untuk berprestasi lebih baik lagi karena dengan adanya penghargaan, tentunya ekspektasi orang menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, namun beberapa orang juga bilang (walaupun ini tidak tahu apakah tergolong orang bijak atau bukan) bahwa penghargaan hanyalah suatu kebetulan, nasib baik, atau istilahnya “Just the right man in the right time”.
Namun apapun itu, bagi Tim Proyek EWMP Algeria, bekerja semaksimal mungkin dan berusaha menyumbangkan yang terbaik adalah prinsip. Slogan “selalu ada celah untuk perbaikan”, “better than before, better than other and better than the best” yang selalu dicanangkan di awal oleh Pak Tam (MP kami) berusaha kami implementasikan dalam setiap aktivitas pekerjaan kami di Proyek.
Karena kami sadar, bahwa selain kami bekerja mencari nafkah untuk keluarga yang kami tinggalkan ribuan kilometer jauhnya, kami juga membawa nama baik WIKA dan nama baik Indonesia, Tanah Air yang kami cintai.
Harapan kami hanya satu, semoga apa yang kami lakukan selama di Proyek EWMP Algeria membawa manfaat yang besar, bagi kami dan keluarga, bagi WIKA dan bagi Indonesia tercinta, Aamiin.
(MVJ/COMENG)
 

Our CAMP, Our “Sweet Home”

Kalau kita berbicara tentang East-West Motorway Algeria Project, terutama yang dikerjakan oleh WIKA, maka tidak akan lepas dari apa yang disebut COJAAL C2M (COJAAL CAMP 2 MILA), atau yang lebih populer dengan sebutan Camp 2.
Camp 2 adalah tempat dimana para anggota Tim WIKA bermukim, mulai dari Kantor, Tempat tinggal (baik management maupun para pekerja dan operator), Dapur, Kantin, Gudang, Precast Factory, Workshop Alat Berat, Material Stockyard, Rebar Fabrication, Batching Plant, Asphalt Mixing Plant, Equipment Parking Lot, Sport Facilities, Recreation Room semuanya menjadi satu terintegrasi di area seluas hampir 3 Ha ini.
Camp 2 sendiri selain diisi oleh Tim WIKA, juga oleh Tim COJAAL Camp 2 (sebagai pemiliknya tentunya) dan juga oleh Tim subkontraktor lain seperti Earth Work Team (Yamazaki Machinery Ltd), Pavement Team (WKK Ltd), dan juga Subkon local Aljazair seperti Euro-Japon Construction dimana kami hidup berdampingan dengan harmonis selama hampir 4 tahun ini.
Camp yang terkadang secara “joke” oleh teman-teman disebut sebagai “Camp Guantanamo” ini (karena dari luar terlihat mirip penjara), menyimpan berbagai historis perjalanan proyek EWMP Algeria terutama bagi WIKA karena di Camp inilah seluruh kegiatan dan pusat pengelolaan proyek ini oleh WIKA dilakukan. Bagi para teman-teman Tim Proyek WIKA Aljazair sendiri, baik yang saat ini masih aktif di proyek, maupun yang telah dipindahtugaskan ke proyek lain atau sudah kembali ke Indonesia, banyak kenangan baik suka maupun duka terukir menjadi sepenggal kisah yang mungkin cukup manis untuk dikenang dimasa yang akan datang, minimal sekedar untuk dibagi atau diceritakan kembali pada saat kita berkumpul bersama lagi.
Di Camp inilah, kami Tim Proyek WIKA Aljazair, berupaya agar selama kami di bekerja di Aljazair, Camp ini dapat menjadi “Sweet Home” pengganti rumah kami di Indonesia, untuk dapat hidup saling berbagi dengan yang lain, melepas kepenatan setelah lelah bekerja, pelepas stress atas beban kerja yang kami terima, dan sekedar obat rindu akan Tanah Air dan terutama, keluarga.
Semoga apa yang kami lakukan di Aljazair, menjadi Ibadah yang Barokah bagi kami semua, untuk Keluarga kami, WIKA dan bagi Negara Indonesia Tercinta, Aamiin
(MVJ/COMENG)

Camp 2 ( tampak atas )

Kantor Wika di Camp 2
Bagian Dalam Kantor Wika
Ruang Rekreasi

Ruang Fitness
Ruang Karaoke
Sasana Tinju

Lapangan Basket

Lapangan Sepakbola

Lapangan Tenis
Lapangan Voli
Mini Driving Range

Dapur

Minggu, 01 Mei 2011

Penerapan Fungsi Macro pada Fungsi Quantity Surveyor di Proyek EWMP Algeria



Quantity Surveyor atau yg di sebut QS adalah fungsi pekerjaan dalam bidang konstruksi yang memiliki scope cukup luas dimana fungsi QS meliputi pengelolaan atas aspek kontraktual pekerjaan konstruksi, pengadaan sumber daya dan management pengendalian biaya.
Adapun Tugas-tugas fungsi QS adalah sebagai berikut:

-  menyiapkan dokumen tender dan kontrak;
-  melakukan analisa biaya untuk perbaikan dan pemeliharaan proyek;
-  manajemen risiko dan nilai dan pengendalian biaya;
-  memberikan saran tentang strategi pengadaan;
-  mengidentifikasi, menganalisis dan mengembangkan tanggapan terhadap risiko komersial;
-  penyusunan dan menganalisis perhitungan biaya untuk tender;
-  mengalokasikan pekerjaan untuk subkontraktor;
-  memberikan saran pada klaim kontrak;
-  membuat laporan pekerjaan secara detail setiap bulannya;
-  menghitung volume pekerjaan yang telah diselesaikan dan mengatur pembayaran;
-  memeriksa dan mengawasi tagihan dari subkontraktor
-  mempertahankan kesadaran kontrak bangunan yang berbeda digunakan saat ini;
-  memahami implikasi dari peraturan kesehatan dan keselamatan.

Di proyek-proyek WIKA sendiri, fungsi QS sebenarnya cukup identik dengan Fungsi Komersial sendiri dimana tentunya melekat fungsi Administrasi Kontrak, Budget Control dan Penjualan. Hanya pada dasarnya QS memiliki cakupan yang lebih luas dibanding fungsi Komersial itu sendiri.

Salah satu lingkup tugas didalam fungsi QS adalah bertanggung jawab didalam penghitungan biaya / penjualan progress pekerjaan serta volume suatu pekerjaan di dalam sebuah proyek.
Pada proyek EMWP Algeria dimana item pekerjaan nya sangat banyak dibutuhkan pola penghitungan yg cepat , efektif dan efisien. Jika kita menggunakan Microsoft Excel sebagai dasar pembuatan laporan (hitungan) maka kita membutuhkan Visual Basic Editor atau Visual Basic for Application (VBA) excel Integrated Development Environment (IDE) untuk membantu pekerjaan kita lebih efektif dan efisien daripada hanya menggunakan Excel saja. Sebenarnya bahasa pemograman tidak ada hanya dalam Excel saja tapi ada juga di dalam program-program lain seperti Word, Powerpoint, Autocad dan lain-lain tapi yang kita bahas disini dibatasi hanya untuk program Excel saja.

Adapun bagian - bagian VBA di Excel yaitu :
- Excel Object Model (objek model)
- Code ( instruksi- instruksi VBA dalam suatu modul )
- Control (  objek dalam Userform atau worksheet yang dapat dimanupulasi )
- Function ( Tipe VBA yang mempunyai Return Value )
- Macro ( instruksi yang dijalankan automatis ).
- Method ( suatu program terhadap suatu object tertentu ).
- Module ( lembar kerja untuk menuliskan kode - kode VBA).
- Property ( kateristik suatu objek ).
- Procedure ( nama lain macro ).
- Subprocedure ( Tipe VBA yang tidak mempunyai Return Value ).
- Userform ( lembar kerja yang berisi kontrol dan instruksi VBA).
- dan lain - lain.

Ada dua cara untuk menggunakan macro di excel yaitu dengan cara merekam dan dengan cara memasukkan code. Metode yang termudah yaitu dengan cara merekam macro, dapat diaktifkan dengan cara memilih menu record macro. Metode ini dapat anda lakukan walaupun anda tidak menguasai bahasa pemograman, Tapi ada yang harus anda ingat perbedaan antara penggunaan Absolute recording ( metode default, digunakan untuk membuat kode selama proses perekaman ) dan Relative recording ( bergantung pada posisi indicator cell aktif ). Sementara jika kita ingin membuat macro yang lebih komplek maka kita harus menguasai bahasa pemograman karena kita tidak akan memperoleh kode - kode tersebut jika kita menggunakan metode perekaman. Seperti :

- Variable ( tempat penyimpanan data dan dapat di rubah setiap waktu )
- Tipe data ( menentukan jenis data yang akan di simpan di dalam variabel )
- Konstanta ( hampir sama seperti variabel tapi tidak dapat dirubah )
- Array ( Kumpulan variabel )
- If-then-else, Select case, for next, dll ( tipe - tipe pencabangan )
- Prosedur sub ( mengeksekusi suatu perintah )
- Fungsi ( untuk proses pengitungan )
- dan lain lain.

Kelebihan dari macro jika kita menerapkannya secara langsung yaitu memperkecil atau mempersempit kesalahan (human error) bahkan meniadakannya kecuali jika error terdapat pada programnya, mempersingkat atau mempercepat waktu pekerjaan.
Contoh paling mudah untuk pembuatan macro adalah sebagai berikut :
misalkan untuk menghapus range (baris atau kolom tertentu) dengan memasukkan kode harus dilakukan melalui Visual Basic Editor dan untuk mengaktifkan jendela Visual Basic Editor yaitu dengan cara mengklik icon menu Visual Basic pada Ribbon Tab Developer atau menekan tombol Alt+F11 , setelah itu kita masukkan kode
'
    Range("B11:J61").Select
    Selection.ClearContents
    Range("B1").Select
End Sub

range("B11:J61").Select        = area yang akan di hapus
Selection.ClearContents       = perintah untuk menghapus
Range("B1").Select              = posisi terakhir dari cursor
end sub                               = akhir perintah

Sedangkan dengan metode perekaman yaitu dengan cara mengklik menu record macro lalu pilih area yang akan di hapus ( di klik satu range atau area atau diblok range - range tertentu jika kita ingin menghapus secara bersamaan ) lalu tekan delete, setelah itu stop proses perekaman .
Untuk bisa menggunakan macro menghapus range yang telah kita buat dibutuhkan tempat untuk menjalankan macro tersebut, buatlah sebuah tombol dengan menggunakan shape seperti rectangle atau circle lalu klik kanan dan klik assign macro.
Penggunaan macro di excel sangat dianjurkan terutama apabila kita sering mengerjakan pekerjaan yang berulang seperti penghitungan rencana anggaran biaya, penghitungan absen atau jam kerja, dll.
Penerapan fungsi macro di QS EWMP Algeria terdapat di lembar penghitungan MPS, Barlist ( mengekspor barlist dalam bentuk Excel kedalam bentuk Autocad ), serta di lembar penghitungan tanah, Struktur dan lain - lain.

Demikian paparan singkat untuk subyek diatas, mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih atas perhatiannya.

Drain System Application In EAST-WEST MOTORWAY ALGERIA

Kalau kita mendengar istilah Drain System mungkin kita sudah banyak yang mengerti apa arti dari istilah tersebut tapi sebagian teman-teman mungkin belum tahu bagaimana system drainase yang dikerjakan teman-teman kita di Proyek East West Motorway Algerie ini, dalam edisi perdana ini saya akan berbagi cerita tentang type drainase yang kita kerjakan di Proyek ini. Ada beberapa type drainase yang oleh COJAAL dipercayakan kepada Wika untuk membuat dan menginstall dilapangannya diantaranya :

1. Circular Ditch : drain type ini dipasang di center auto road yang membelok fungsinya adalah menyalurkan air hujan dari permukaan aspal ke pipa-pipa cross drain karena terhalang pembatas jalan tengah atau barrier.

2. U-Ditch : kalau dari namanya kita sudah bisa menebak bentuk dari drain yang satu ini yaitu drain yang berbentuk abjad atau huruf U yang berfungsi untuk menyalurkan air hujan dari permukaan aspal ke Cascade, drain ini dipasang disamping badan jalan karena air bisa langsung masuk dan disalurkan ke cascade.
3. Cascade : yang artinya air terjun kita sudah bisa membayangkan drain yang satu ini yaitu drain yang dipasang pada badan jalan atau posisi timbunan dengan posisi miring yang berfungsi untuk menyalurkan air hujan dari aspal ke T-Box, Chute, T-Dicth atau langsung ke permukaan tanah pada posisi timbunan yang rendah
4. Chute : drain jenis ini berfungsi untuk penyalur atau peluncur air yang datang dari atas juga berfungsi sebagai bak kontrol sebelum air di salurkan ke T-Ditch.
5. T-Box : drain jenis ini memang sedikit menyerupai huruf T dan drain ini berfungsi untuk meredam air yang meluncur dari atas dengan ketingian timbunan lebih dari 3m sehingga tidak merusak permukaan tanah jika terjadi hujan dan drain ini dilengkapi dengan pemacah arus.
6. T-Ditch atau trapezoidal ditch adalah saluran yang berbentuk trapezium yang berfungsi untuk menyalurkan air hujan ke daerah-daerah genangan atau sungai-sungai yang ada disekitar auto road juga berfungsi sebagai saluran pembuang atau saluran akhir dari drainase.
7. Ouvrage Hidraulique atau yang lebih sering disebut OH oleh pekerja pekerja Indonesia merupakan drain yang berfungsi untuk menyalurkan air dari T-Ditch atau menyalurkan arus air yang memotong badan jalan baik berupa pipa atau persegi.
Selain jenis drain yang diatas masih ada 2 jenis drain lagi yang dikerjakan oleh teman-teman kita di Alger yaitu jenis drain V-Ditch dan Berm Dicth :

1. V-Ditch adalah jenis drain yang berbentuk huruf V yang di pasang pada daerah-daerah galian atau di bahu jalan yang berfungsi untuk menyalurkan air dari slope galian juga dari badan jalan dan dibuang ke T-Ditch
2. Berm Ditch: bentuk drain ini sama dengan V-Ditch tapi ukurannya lebih kecil karena fungsinya hanya menyalurkan air dari satu trap atau satu slope saja karena posisinya di berm-berm galian sehingga pada pelaksanaanya sangat susah dan memerlukan alat berat selama proses pengecorannya.
Demikian sekilas informasi mengenai Drain System yang dikerjakan oleh WIKA di Proyek EWMP Algeria ini, Insya Allah di edisi mendatang akan saya paparkan lebih mendetail untuk penjelasan Drain System tersebut, terima kasih perhatiannya.
(IDIL/SPV)